Menambah-nambah sakitmu

Bebeberapa kali engkau meneguk penyesalan karena bahkan tak sempat untuk menanyai kabar mereka. Dua orang yang akan menungguimu pulang meski engkau tak memintanya. Dua orang yang akan menyisipkan sedikit uang meski engkau tak memintanya. Dua orang yang meski engkua tak peduli, tetap menengadahkan tangan untuk meminta kebahagiaan pada Rabbnya, dan itu juga untukmu. Selalu saja... Continue Reading →

Indah : Jangan Berputus asa

Allah SWT berfirman: قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ؕ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ؕ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ "Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS.... Continue Reading →

KETIKA SAYYIDATUNA FATIMAH AZ-ZAHRA WAFAT

TheMostBeloved

****

{ اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تكتب بها السطور وتشرح بها الصدور وتهون بها جميع الأمور برحمة منك يا عزيز يا غفور وعلى آله وصحبه وسلم }

*****

“KETIKA SAYYIDATUNA FATIMAH AZ-ZAHRA WAFAT”

(Penghulu seluruh Wanita Muslim di dunia) . . Disaat Sayyidina Ali bin Abi Thalib memasukkan jenazah istri tercintanya, Sayyidatuna Fatimah Az-Zahra ke liang lahat, beliau menangis terisak-isak sehingga putranya Sayyidina Hasan berkata : “Wahai ayahku, gerangan apakah yang membuat dirimu menangis sedemikian rupa ?” Sayyidina Ali bin Abi Thalib menjawab : “Wahai putraku Hasan, aku teringat pesan kakekmu Rasulullah SAW, beliau bersabda : “Kelak jika putriku Fatimah telah tiada wahai Ali, maka akulah yang akan pertama kali menerima jasadnya diliang lahat. Dan demi Allah wahai Hasan putraku, aku melihat tangan kakekmu Rasulullah SAW menerima jasad ibumu Fatimah. Aku melihat kakekmu Rasulullah SAW menciumi wajah ibumu Fatimah. Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata : “Wahai Rasulullah…

View original post 58 more words

Lagi : Dirimu

Dirimu yang selama ini aku bincangkan dalam hatiku. Sudah cukup lama sejak kepergianmu, dan kita belum menjadi akrab. Dirimu yang kadang tak sengaja lewat dalam benakku, lewat begitu saja. Sampai sekarang tak mau pergi. Dirimu yang aku kenal dari berlembar-lembar kisahmu, yang sempat terselip dalam tumpukan kisah hidupku. Aku tahu, hadirmu adalah bagian kecil dari... Continue Reading →

Kita : Sisi yang Lain

Aku tak perlu teori untuk mengerti. Sebenarnya. Karena aku sudah melihat sesuatu sebelum aku memutuskan untuk berusaha mengerti. Sesuatu itu yang akan aku ceritakan padamu di awal siang yang mulai menggila ini. Engkau pernah merasakan sejuk? Tentu saja engkau dan mereka semua akan menjawab pernah. Engkau pernah merasa bahagia? Juga jawabannya masih sama. Engkau pernah... Continue Reading →

Berdefinisi : Sesederhana, atau?

Mungkin ada alasannya kenapa malam harus berganti siang, atau sebaliknya. Mungkin Tuhan sedang memberikan kita pelajaran akan sesuatu. Entahlah apa yang dimaksudkan Tuhan di balik semua itu. Tetapi hati-hati yang kecil tetapi penuh syukur itu, mereka memahaminya. Mereka tahu apa maksud Tuhan memberikan gelap dan terang. Memberikan hujan dan gersang. Memberikan tangis dan tawa. Memberikan... Continue Reading →

Kepergian : ???

Engkau takkan pernah berpikir dan meyadari hal sederahana ini. Hal yang sebenarnya selalu menjadi bagian darimu. Sejak engkau baru mengenal arti memiliki, hingga mungkin engkau pernah melupakannya karena keegoisan yang terus menggerogotimu. Saat engkau menyadarinya, atau mungkin ingin merencanakan untuk itu, engkau tahu. Sudah terlambat. Dialah kebersamaan. Kehadiran sosok-sosok yang menjadikan engkau hidup. Membuat engkau... Continue Reading →

Dikau pada-Nya

Sapamu pada desah nafas dengan melodi dari syukur Tentang harmoni sejuk dari daun pendamba cinta Adalah bisikmu pada sujud menjadi ilustrasi pinta Adalah cerita pada mata, jadi dekapmu dalam sukma Dikau bertajuk syahdu pada paras, bergelimang doa Pecinta sabda, pengagum senja, pengukir sahaja Padamu secarik nada mulai berbicara, Atas anggun dari rupa penyempurna, sang pecinta... Continue Reading →

Pergi

Dia pergi pagi tadi, selesai sudah liburan katanya Ingin memulai banyak kesibukan, memulai banyak syukur Pergilah, pergi saja Engkau tak tahu siapa aku, tapi aku ingin menjemputmu kelak Pantaskah? Duhai engkau soleha dalam tatapku, sejuk Pergi saja, aku ingin membawamu ke tempat dimana engkau ingin pergi Berdua saja Atau kusebut dalam doaku, aku memintamu pada... Continue Reading →

Blog at WordPress.com.

Up ↑